Blog

UMMAROOM, Sebuah Alasan


Bismillah,


Semenjak aku nyemplung jadi freelance writer akhir tahun lalu dan mengikuti beberapa kelas menulis artikel, belakangan aku jadi tambah semangat ngisi blog ini deh. Serius! Apalagi pas dikasih masukan sama kak @annisast kalo ternyata nulis di blog itu enggak perlu buka laptop. Di mana pun dan kapan pun kamu bisa nulis di blog lewat hp atau tablet. Daebak!


Awalnya susah banget buat beradaptasi dengan terus-menerus lihat gawai, karena mata jadi sepet, pedih, panas karena keseringan menatap layarnya. Sempet menyerah tapi akhirnya aku balik lagi dong. Haha. Sekarang sih santuy aja ngetik di hp dan merasa kalau ngetik tulisan di hp tuh lebih cepat (asal ram hp oke dan enggak full storage aja sih).


Kelebihan lainnya adalah aku bisa nulis sambil ngasuh bocah. Contohnya sekarang, aku nulis posting-an ini sambil menyusui. Hahaha


Yeay! Proud Shima.


Tahun lalu aku rencanain bakal konsisten untuk post satu artikel setiap bulannya, dan gagal. Kenyataannya, sempet beberapa bulan enggak posting karena kebanyakan alasan salah satu alasannya adalah memilih hosting dan nama domain. Karena dulu aku masih pake domain gratis dari WordPress dan namanya enggak easy listening.


Nama blog-ku dulu tuh enggak enak didengar dan terkesan mengada-ada, dibuat-buat. kampungan! Maka dari itu, waktu aku memutuskan untuk memakai layanan self hosted aku enggak mau sampai menyesal. Rugi dong aku bayar mahal-mahal setiap bulan dan setiap tahunnya kalo enggak benar-benar diseriusin dan mudah diingat.


Bagi aku, kunci kita dapat pembaca yang banyak ya salah satunya adalah nama blog yang mudah diingat.


Lantas kenapa aku enggak pake nama sendiri? Enggak suka aja. Geli. Anyway, aku sekarang tuh lebih nyaman begini lo. Nyaman ada dibalik layar dan jauh dari sorotan. Enggak narsis lah gampangnya. Kadar kenarsissanku luntur seiring bertambahnya usia. Aku yang sekarang lebih suka mengamati dari jauh sambil belajar.

UMMAROOM

Nama ummaroom memiliki arti ruang ibu. Aku pilih setelah memakan waktu yang lama dengan banyak pertimbangan. Ya, aku enggak mau menyesal memilih nama. Jadi aku bersabar sebentar untuk membuat beberapa pilihan. Aku mulai tergoda memakai namaku sendiri untuk blog pribadiku. Tapi lagi-lagi aku urungkan karena merasa insecure.


Pengenku sih, ummaroom ini jadi ruanganku. Ruangan untuk otakku yang kini tak lagi overthinking. Aku mau beropini, berkeluh kesah dan bercerita di sini. Kelak, aku juga pengen ummaroom memiliki kolom khusus, di mana sosok ibu dan istri bisa membagikan isi hatinya tanpa ragu, di sini. Karena aku tahu pasti mereka butuh didengarkan.


Membuat blog ini juga salah satu alasanku bertahan dari ketidakwarasan. Blog ini tercipta sebagai media penyembuhan jiwa dengan meakukan journaling. Di sini aku pun merasa bebas tidak terikat oleh aturan manapun yang kadang sukaaaa aja bikin gemes. Hehe.


Semoga kalian yang membaca setiap tulisanku nyaman ya berlama-lama di sini. Aku manusia biasa, tulisanku mungkin tidak sesuai dengan value yang kalian pegang dan aku tidak apa-apa. Ambil saja baiknya kalau memang ada dan buang juga buruknya kalau memang kalian menganggapnya begitu.


Photo by Evie S. on Unsplash

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *