Khaliluna Asla

The Journey, Khaliluna Asla #2

Lanjut lagi ya aku bahas tumbuh kembangnya Asla, sengaja aku pisah pembahasannya karena ternyata panjang bener. Banyak yang mau aku tulis di sini euy. Sekalian aja dijadiin bahan blogpost selanjutnya. Lumayan kan satu topik bisa jadi beberapa bahasan yang panjang. Hihi


Baca juga: The Jorney, Khaliluna Asla #1


Belajar Sikat Gigi

Aku tuh deg-degan banget loh Asla tumbuh gigi, hampir bisa dipastikan bakalan rewel berhari-hari karena enggak nyaman kan. Berasa linu-linu di gusi. Kita aja kalau tumbuh gigi geraham bungsu juga pasti rasain linu-linu sedep gitu. Sekarang sih bisa dibilang aman, sejauh ini gigi yang tumbuh sudah 8. Di atas 4, di bawah 4. Cukup lah untuk ngebantu dia ngunyah makanan.


Karena dia sudah punya gigi, aku jadi pengen perhatiin kesehatan giginya. Ya, gini jadi orang tua tuh enggak mau anaknya ngerasain apa yang orang tua rasain dulu. Aku usahain betul giginya enggak berlubang atau sakit. Aku minta suami belikan Asla sikat gigi kecil merk ‘Omica’, khusus untuk usia satu tahun ke atas. Murah loh, cuma 7.500 rupiah.

Sikat gigi Omica

Mungil banget sikat giginya ya ampun. Aku pikir enggak ada sikat gigi semini ini. Waktu aku beli sikat gigi di baby shop Madiun tuh sikatnya gede bener, kasar lagi, padahal penjualnya bilang itu buat toddler. Ada pula sikat gigi merk ‘Pigeon’ tapi material bulu sikatnya dari karet itu loh dan mahal banget harganya, 90 ribu rupiah apa ya?


Jadi, setiap mandi dan selesai makan-makanan manis aku sikatin giginya pakai sikat ‘Omica’ itu dan dia seneng. Kaya pengalaman baru buat dia kali ya digosok-gosok gitu giginya pakai sikat gigi dan odol. Oiya odolnya aku pakai punya ‘Pigeon’ harganya berapa ya? puluhan ribu kayaknya sih dan awet banget. Karena makenya kan cuma di cocolin sedikit aja ke sikatnya.

Pasta gigi Pigeon (tampak depan)
Komposisi (tampak belakang)


Sampe-sampe dia hafal kalo mandi itu harus sikat gigi. Jadi kalau aku kelewat enggak nyikat giginya dia, dia bakal liatin terus tempat peralatan mandi sambil nunjuk-nunjuk dan enggak bakal beranjak dari kamar mandi. Kalau sampai dia beranjak dari kamar mandi tanpa sikat gigi atau megang sikat gigi, dia pasti bakal nangis. Huhu


Kosakatanya Nambah Banyak

Suatu hari temanku bilang ke aku, waktu aku main ke rumahnya. “Biasanya anak perempuan lama bicaranya kalau cepat jalan. Kalau cepet bicaranya jalannya lama. Tapi ini sih kayaknya jalannya yang lama soalnya kakinya kecil”. Aku langsung kaget sambil keheranan denger kalimat yang keluar dari mulutnya. Sampai rumah aku mikir, “iyakah?”, “masa sih? tapi dia bukan Allah yang bisa nentuin takdir anakku, haha”.


Tapi menurutku itu enggak berlaku di Asla, karena sejak usia 3 bulan dia sudah bisa ngeluarin kata “Mbuuu..”, Ibu maksudnya, dia manggil aku. Aku juga yakin anakku akan tumbuh dan berkembang sesuai dengan usianya. Peduli amat kata temanku itu, hihi. Aku rajin ngajarin dia mengeja kata di depannya. Meski (dulu) aku kacau, aku tetap ajak dia bicara sesering mungkin.


Terbukti, sekarang dia mulai cerewet, maa syaa Allah. Dia sudah bisa ngucapin beberapa kata dan kita bisa berkomunikasi dengan baik. Ibu senang, nak. Enggak sia-sia ibu diem di rumah membersamai kamu tuh. Haha. Kalo sampai kamu enggak bertumbuh dan berkembang dengan baik sedangkan aku di rumah. Keterlaluan sih itu namanya.


Semua atas izin Allah


Ya, semua kelancaran itu atas izin Allah. Kalau Allah enggak berkehendak, mau aku jungkir balik pun untuk memberikan dia stimulus ya tetep enggak akan terjadi juga. Jadi di sini bukan karena aku hebat atau gimana ya, enggak. Aku cuma ingin memberi dan mengusahakan yang terbaik untuk anakku. Ikhtiar dan tawakal harus beriringan.


Oke lanjut. Terus, kata-kata apa sih yang sudah bisa diucapkan dan dimengerti sama Asla? Allhamdulillah banyak, beberapa contohnya ya ini:

  • Ayah = ayah (ini kenapa, langsung bisa diucapkan dengan jelas sih. Ibu iri T_T)
  • Buk = ibu (nah kalo kata ini sebenernya dia udah bisa ucapin sejak usia 3 bulan, no doubt! Kata pertama yang bisa dia ucapin adalah kata Mbuu, yaitu aku. Tapi kemudian berubah-ubah jadi Ebo, Ebu, Buk, Buu, dll)
  • Mbah = mbah
  • Nena = nenek
  • Awa = Aura (nama adikku)
  • Akut = takut
  • Aget = kaget
  • Akit = sakit
  • Enas = panas
  • Ngingin = dingin
  • Nenong = gendong


Dan lain-lain deh pokoknya. Huhu sorry nih mood nulisku lagi drop sebenernya tapi aku nantang diriku sendiri untuk tetap nulis meski dalam kondisi begini. Nanti kalau mood-nya sudah dateng aku update lagi deh. Hahaha. Segitu dulu deh ya, in syaa Allah disambung lagi. Aku keburu pengen nulis yang lainnya. Udah gatel ini otak sama jari pengen berantem di laptop. Bye!


bersambung

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *