divorce bercerai
Personal

Seumur Hidup Itu Terlalu Lama

Hari ini aku menulis lagi, karena sedang hancur. Tapi aku yakin pasti bangkit dan tertata lagi setelahnya. Memang menulis selalu jadi terapi ampuh buatku.

Hehehe, kamu tahu kan sudah berapa kali aku jatuh lalu bangkit lagi selama hidup? Tak terhitung!

Jatuhku kali ini terkait pernikahan. Ya, aku sudah bercerai dengannya secara agama. Mengawali tahun dengan perceraian itu menyesakkan awalnya, namun lambat laun melegakan juga. Aku bangga kepada diriku sendiri karena punya otoritas atas diri sendiri dan mampu bertanggung jawab atas segala pilihanku.

Aku pilih menyudahi pernikahan karena sudah tidak ada lagi yang bisa dipertahankan. Memilih bertahan hidup sebisaku. Menikah itu tidak mudah, cari pasangan yang tepat dan sefrekuensi, sebab “Seumur hidup itu terlalu lama untuk dijalani bersama orang yang tidak tepat”.

Kata-kata yang lalu lalang di beranda Twitter dan sekarang jadi penguat untuk tidak terburu-buru lagi. Sekarang mau lebih berfokus pada kesejahteraan diri sendiri dan anak. Lebih mengenal diri sendiri, mencintai diri sendiri, menghargai diri sendiri, dan mendidik diri sendiri sehingga menjadi high value woman.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *