vanessa angel
Daily Life

Kabar dari Ibu Tentang Vanessa Angel dan Febri Andriansyah Kecelakaan

Bismillah,

Hari ini dismenore ku sudah membaik. Aku bisa beraktifitas dengan normal bersama anak. Kepalaku sudah tidak pusing, meskipun masih keliyengan. Sudah tidak ada nyeri haid di perut bagian bawah. Otakku sudah bisa berfikir (agak) jernih dan sudah tidak terlalu moody hari ini. Everything was great!

Lalu, pesan di WhatsApp masuk. Dari ibuku yang memberikan tautan berita dari YouTube dengan judul “Meninggal Dunia! Vanessa Angel dan Suami”. Terlihat thumbnail foto Vanessa Angel bersama Bibi Ardiansyah (suaminya) dan sebuah mobil berwarna putih yang ringsek.

Aku pikir “Ah, apa lagi sih ini ibu. Sukanya share berita hoax dari YouTube”. Mon maap bukannya durhaka nih, tapi memang sumber beritanya nggak akurat. Channel YouTube yang di share sama ibu nih nggak kredibel, namanya Miftah’s TV. See?

Meluncur lah aku ke Twitter, karena segala yang trending di Twitter itu benar. Jari netizen nggak pernah salah. Daaann, kaget dong aku ngeliat trending 1 Twitter berjudul Vanessa Angel. Begitu aku klik, beneran dong yang kecelakaan di tol Nganjuk – Jombang itu keluarganya Vanessa Angel.

Itu berita cepet banget pergerakannya, mulai dari update sampai aktivitas retweet atau like thread. Mulai dari CNN, Kumparan dan paling atas adalah akun Twitternya e100 – Suara Surabaya. (Nah ini baru media yang kredibel, Bu #toyor).

Aku baca itu berita satu persatu sampai ke reply-nya untuk memastikan bahwa tidak ada korban meninggal dunia. Sayang banget, sayaanggg banget itu hanya harapanku saja. Nyatanya mereka berdua (Vanessa dan Bibi) meninggal dunia, sementara baby sitter, supir dan anaknya Gala selamat dalam kecelakaan tunggal di ruas tol Nganjuk – Jombang, dari Jakarta menuju Surabaya.

Banyak banget spekulasi yang bertebaran di Twitter, entah mana yang benar. Ada yang bilang karena mengantuk, ngebut dengan kecepatan di atas 100 km/ jam, main handphone saat berkendara. Namun humas Kapolda Jatim sudah memberikan pers rilis bahwa kecelakaan terjadi akibat supir yang mengantuk.

Satu jenazah terpental keluar yang diduga adalah Vanessa Angel. Bagian kiri mobil ringsek lantaran menabrak beton pembatas tol. Hingga tulisan ini dibuat, dikabarkan bahwa jenazah Vanessa beserta suami sudah diantar ke Jakarta untuk disemayamkan di kediaman Vanessa dengan pengawalan polisi sampai perbatasan tol Ngawi kemudian selanjutnya diteruskan polisi Jawa Tengah, Jawa Barat dan terakhir DKI Jakarta.

Netizen juga mengunggah postingan terkahir berupa Instagram story milik Vanessa Angel dan Febri Ardiansyah di Twitter. Keduanya kompak sedang mengabarkan keberadaan dirinya dan pasangan di dalam mobil menuju ke Surabaya. Terlihat di dalamnya juga ada anak serta baby sitter-nya.

Wait! Inhale – exhale

Aku menulis ini sambil sesak, gemetar dan panik. Pikiranku kembali liar, “Bagaimana kalau nanti aku mati, bekal apa yang sudah aku persiapkan? Sementara maut datang tanpa permisi. Aku masih sibuk memikirkan dunia, masih khawatir dengan rezeki, padahal itu sudah dijamin. Sedangkan surga belum terjamin aku dapatkan.”

Aku juga jadi teringat gusaran para orang tua, terutama ibu yang memikirkan “Bagaimana jika mereka mati ketika anaknya masih kecil?”. Aku heran, bahkan sebelumnya sama sekali nggak pernah kepikiran. Namun sekarang, ketika berita kematian Vanessa Angel beserta suaminya mencuat. Aku jadi ikut mikir.

Salah satu sahabat Vanessa melalui Instagram story-nya membuat update bahwa anaknya, Gala, menangis dan teriak tidak mau masuk ambulance karena mencari kedua orang tuanya. Aduh, hatiku rasanya langsung nyesss. Aku jadi kebayang anakku yang masih kecil cari-cari aku, tapi akunya nggak ada.

Aku juga jadi kepikiran, bagaimana cara orang sekitar menjelaskan keberadaan orang tuanya yang telah tiada kepada anak kecil yang nalarnya saja belum terbentuk? Nanti anaknya ikut siapa ya? Pasti trauma berat deh, pasti kesepian deh. Masih 16 bulan harus memikul beban berat banget.

Vanessa Angel dengan segala pemberitaannya di masa lalu. Prosesnya menuju baik yang berliku dan suaminya yang selalu support telah berpulang. Betul memang kematian adalah sebaik-baiknya nasehat bagi diri yang sering lalai. Padahal dia baru saja mulai menata hidupnya, karirnya. Tapi takdir maut enggan melihat itu. They are too sweet as a couple. Inikah yang dinamakan sehidup semati? Semoga sampai di surgaNya Allah. Aamiin. (*)

Baca juga: Siap Menikah Berarti Siap Menambah Masalah Baru dalam Hidup

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.