Clueless Memahami Bayi 3 Bulan


Beberapa hari ini Kay rewel banget. Eh nggak beberapa hari ini sih. Lebih tepatnya semenjak vaksin DPT 1. bulan lalu. Kayak rewel nggak habis-habis. Berkelanjutan, abis demam karena DPT lalu kesulitan sendawa lalu ruam popok yang di barengi dengan hidung tersumbat. Tau sendiri kan cuacanya lagi dingin banget.


Walhasil nangis lah Kay, terus-terusan bahkan di gendongpun nggak mempan. Di timang-timang di ayun-ayun juga nggak berhasil. Berhenti sebentar nangis lagi. Maunya nemplok muluk, di taruh kasur bangun, nangis lagi. La hawla wala quwwata illa billah.


Ngeliat anak sakit gini jadi ngerasa insecure apa iya ASI saya nggak ada gizinya, nggak ada vitaminnya, nggak ada antobodinya sampe kena flu segala.


Jujur nih, kalau soal nangis sih saya mungkin bisa memahami. Mungkin ada sesuatu yang nggak pas di badannya Kay. Tapi apa?


Ibu kan bukan cenayang Kay. Atulah jangan main tebak-tebakan. Coba ngomong maunya apa #yakaliii #toyordirisendiri. Kalau udah tau maksud dari tangisannya kan jadi bisa mikir solusinya apa. Waktu udah gemes-gemesnya tuh kadang suka saya ajak ngomong. Ya berasa orang gila aja ngomong-ngomong sendiri . Lol. “Kay, maunya apa?”, “Kay, mau di gendong?”, “Kay mau sendawa?”, “Yang mana yang nggak nyaman Kay?” dan bla bla bla..


Terus ada jawabannya? ya tentu tidak.


Akhirnya saya balik menerka-nerka saja sendiri. Cek popok, cek keringetan apa nggak, sodorin nen, kalau masih belum mujarab juga langkah-langkah di atas yaudah siap-siap aja sakit pinggang sampai ngerti maunya apa dan diem nangisnya.


Kadang nih, kadang yaa.. kalau sudah bener-bener ampun-ampunan deh rasanya saya nangis depan Kay untuk bilang kalau saya capek. Saya minta waktu buat istirahat sebentar aja. Karena badan sakit terutama pinggang. Magic-nya tangisannya kemudian reda berujung gelibak-gelibuk sendiri lalu tertidur. Speechless, terharu ibu nak. Kamu bisa paham apa mau ibu, tapi ibu nggak mengerti apa maumu.


Belum pernah saya merasa clueless dalam memahami manusia. Sefrustasi itu saya memahami maunya Kay, bayi usia 3 bulan. Ibu nggak bisa bahasa bayi Kay, andai dengan menyentuhmu saja ibu paham apa maumu. Maafin ibu ya nak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *