Competition

Memandu Dialog Interaktif, Siapa Takut? Ada Fortune Indonesia, Media Ekonomi dan Bisnis Terpercaya

“Dialog kamu jelek banget, dandanan kamu kaya kuntilanak”

Dua belas tahun lalu saya mendengar kalimat itu dari partner kerja, sehari setelah saya memandu dialog interaktif bersama perwakilan salah satu perusahaan telekomunikasi besar Indonesia di Kota Madiun. Ia mendapat aduan langsung dari kepala biro dan diteruskan ke saya. Tujuannya baik sebagai bahan evaluasi. Bagaimana reaksi saya? Diam, tertegun berusaha memproses emosi yang muncul.

Di belakang mereka mencela tanpa memberi bimbingan bagaimana seharusnya memandu acara dialog di televisi. Saya hanya diberikan skrip berisi poin-poin pertanyaan. Dibiarkan memandu tanpa wejangan. Mereka bilang “Halah gampang kok dialog, tinggal tanya jawab aja”. Hehehe, ini toh rasanya “bergesekan” di kota yang kecil.

Usia saya saat itu masih 16 tahun. Yang saya tahu, mimpi ini terlalu besar untuk disudahi secepat mungkin. Mimpi bekerja di dunia penyiaran, media dan jurnalistik televisi. Saya memulai ini di tahun 2008 dengan mengikuti kursus singkat sebagai penyiar radio dan terjun secara profesional pada tahun 2009 sebagai News Anchor di salah satu stasiun tv lokal kenamaan Jawa Timur.

Pengalaman itu tidak akan pernah saya lupakan. Pertama kalinya menginjakkan kaki sebagai seorang profesional meski dengan bayaran kecil Rp 350.000,-/ bulan. Saat itu saya hanya punya mimpi, ambisi dan semangat belajar tinggi untuk menekuni karir tersebut. “Ini hanya masalah jam terbang”, gumamku menghibur diri.

Belajar Otodidak Memandu Sebuah Dialog Sembari Menunggu Kesempatan Datang

Berbekal pengalaman pahit di awal meniti karir, membuat dada ini bergemuruh dipenuhi oleh rasa dendam yang membara, ingin membuktikan bahwa saya mampu menjadi yang terbaik. “Saya adalah seorang yang bertalenta dan kalian telah salah menilainya”, demikian isi otak saya kala itu. Layaknya bocah ingusan dengan reaksi berlebihannya.

Dalam penantian mendapatkan kesempatan memandu dialog lain, saya mulai belajar secara otodidak. Bertanya sana sini kepada kenalan yang sama-sama menekuni karir di bidang ini. Melihat siaran dialog interaktif di televisi nasional maupun lokal. Menelisik bagaimana seorang presenter membawakan sebuah dialog interaktif dengan topik ringan hingga berat seperti politik, hukum, ekonomi dan bisnis.

Asumsi saya, ini nampak mudah dilakukan. Berbicara seperti biasa layaknya bersosialisasi dengan teman sebaya. Saya hanya perlu menambah level kepercayaan diri karena yang dihadapi sebagai narasumber adalah orang yang berkapasitas lebih.

Momen Itu Hadir Setelah 12 Tahun Penantian Panjang

Source: YouTube BBS TV

Bak gayung bersambut, tibalah giliran saya dalam penantian yang begitu panjang. Setelah kurang lebih 12 tahun menunggu momen itu, akhirnya saya dipercaya memandu dialog interaktif untuk sebuah stasiun televisi swasta lokal di Surabaya.

Dua program dengan format semi formal, bertujuan memberikan informasi dan edukasi kepada para pemirsa. Program mingguan itu ialah Satu Jam Saja bersama Bowo seorang pakar hukum sekaligus pengacara kenamaan Surabaya dan Rembuk Suroboyo, menghadirkan perwakilan dari DPRD Kota Surabaya sebagai narasumber.

Source: YouTube BBS TV Surabaya
Source: YouTube BBS TV Surabaya

Ibarat Membangun Rumah Saya Sedang Memasang Pondasi

Kesadaran “bahwa belajar dengan mengamati saja tidak cukup”, membuat saya ingin mengulik lebih jauh tentang dialog interaktif. Membangun karir di bidang ini ibarat membangun rumah dan sekarang saya sedang memasang pondasi cakar ayam (mengikat ilmu dengan tulisan), agar senantiasa kokoh melekat dalam ingatan.

Memaknai Dialog Interaktif Secara Etimologis Menurut Para Ahli

Secara etimologis istilah dialog berasal dari Yunani, dialogos. Gabungan antara dia (jalan atau cara) dan logos (kata), yang berarti cara dan upaya manusia dalam berkata-kata. Menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) dialog adalah percakapan yang melibatkan dua orang bahkan lebih secara formal maupun non formal dengan tujuan diskusi untuk meluruskan sebuah pertentangan.

Hal ini diperkuat oleh Mairi Robinson seorang leksikograf asal Skotlandia. Mairi menyebutkan bahwa dialog adalah sebuah percakapan dengan konsep formal. Dimana terjadi sebuah diskusi antara dua orang bahkan lebih atau suatu kelompok satu dengan lainnya.

Mereka saling bertukar pikiran baik ide, opini dan argumentasi untuk mencapai sebuah kesepakatan solusi. Masih mengacu pada KBBI, kemudian saya mencari apa arti kata interaktif. Di sana tertera definisinya, yaitu hubungan timbal balik atau saling aktif.

Dialog interaktif juga pernah didefinisikan oleh Masduki dalam bukunya yang berjudul Jurnalistik Radio sebagai sebuah kegiatan bercakap-cakap antara dua orang atau lebih yang mendiskusikan dan merembukkan isu-isu aktual. Percakapan ini kemudian dipimpin oleh moderator agar lebih terarah dengan melibatkan masyarakat sebagai penonton/ pemirsa/ pendengar secara aktif.

Mengacu pada definisi di atas, dapat disimpulkan bahwa dialog interaktif berarti sebuah percakapan yang dilakukan oleh dua orang atau lebih atau oleh kelompok dengan tujuan mencari solusi atau kata mufakat atas isu yang beredar dan dilakukan umumnya pada media televisi maupun radio dengan melibatkan banyak orang yaitu penonton/ pemirsa/ pendengar, selain narasumber dan presenter yang berada di dalam atau luar studio.

Mengenali Format dan Unsur Dialog Interaktif

Sejauh yang saya alami, dilihat dari formatnya saya membagi dialog menjadi dua, yaitu dialog interaktif produksi (biasanya bersifat komersil) dan dialog interaktif news (bisa ditemui pada sela-sela siaran berita reguler dalam segmen tertentu atau program khusus). Dengan memahami format dialog interaktif tentu akan semakin memudahkan saya dalam memilih diksi, gestur dan pembawaan diri selama acara dialog berlangsung.

Dialog interaktif yang baik mengadung beberapa unsur, diantaranya:

  1. Presenter sebagai orang yang memandu dan mengarahkan jalannya diskusi
  2. Narasumber sebagai orang yang diakui memiliki informasi lebih sehingga mampu meberikan argumentasi
  3. Melibatkan banyak orang, tidak hanya moderator atau presenter atau pemandu acara dengan narasumber saja. Tetapi juga mengajak pemirsa di studio dan di rumah untuk berpartisipasi
  4. Adanya komunikasi yang sifatnya dua arah, bentuknya bisa berupa tanya jawab atau saling berargumentasi
  5. Mengandung nilai manfaat untuk mengurai persoalan isu yang aktual dan faktual
  6. Ditayangkan oleh radio, televisi atau platform digital lain

Menjalankan Sebuah Dialog Interaktif di Televisi

Sama halnya seperti memandu acara offline, seorang presenter juga dituntut untuk mempersiapkan sebuah siaran dialog dengan sangat matang. Lazimnya, sebuah dialog interaktif harus dipandu oleh presenter yang memiliki jam terbang tinggi di lapangan sebagai reporter. Namun tidak menutup kemungkinan seorang presenter tanpa latar belakang demikian bisa memandu sebuah siaran dialog interaktif dengan baik.

Sekali lagi semua ini hanya persoalan jam terbang. Ditambah dengan kemampuan presenter memahami topik diskusi dan menguasai materi dialog. Ada kok kenalan saya tanpa latar belakang jurnalistik mampu meng-handle dialog interaktif dengan baik. Nah kebetulan meskipun saya selalu bekerja sebagai news presenter tetapi saya kurang berpengalaman di lapangan sebagai reporter. Paling hanya sekali dua kali meliput berita, itupun berita ringan.

Hal tersebut sama sekali tidak mematahkan semangat saya dalam menjalaninya, meskipun harus bekerja dua kali lipat untuk menjadi praktisi profesional yang baik, akan saya lakukan. Hal-hal yang saya lakukan untuk meminimalisir cela adalah menyiapkan materi, datang lebih awal, berpenampilan menarik, bangun chemistry dengan narasumber, fokus mendengarkan agar dialog lebih terarah.

5 Langkah Memandu Sebuah Dialog Interaktif

Berpikiran Kritis dan Memilih Rujukan Media yang Memiliki Kredibilitas adalah Modal Besar Seorang Presenter

Presenter dalam siaran dialog interaktif seyogyanya memiliki daya tarik yang kuat bersumber dari akal dan penampilannya. Kedua daya tarik tersebut yang menentukan apakah acara ini akan menarik diikuti dan menimbulkan atensi audience yang besar.

Bagi presenter yang tidak memiliki latar belakang jurnalistik sebagai reporter seperti saya ini, berpikir kritis dan tahu sedikit akan banyak hal adalah kuncinya. Mampu mengimplementasikan konsep berpikir kritis ke dalam pekerjaan dengan cara mengidentifikasi permasalahan pada suatu topik. Juga memiliki nalar yang logis dan ilmiah, berpedoman pada data-data yang ada ketika memandu sebuah dialog dengan lawan bicara.

Sepertinya mustahil ya jika diterapkan, begitu kompleks konsep berpikiran kritis karena harus selalu logis dan ilmiah. Namun, tidak perlu khawatir, kemampuan berpikiran kritis bisa dimunculkan dengan cara melakukan kebiasaan-kebiasaan kecil yang konsisten. Dimulai dari menghadirkan rasa ingin tahu dalam diri. Kemudian mulai berani untuk mempertanyakan segala hal yang mengganjal dalam hati.

Pertanyaan ini bisa disampaikan kepada lawan bicara atau cukup disimpan dalam hati, tergantung pada situasi dan kondisinya. Tidak mungkin kan kita menanyakan suatu hal yang bersifat pribadi di forum umum? Begitu juga dalam menjalankan dialog interaktif.

Ketika saya telah mendapatkan clue topik dari produser yang saya lakukan adalah mencari banyak referensi (sumber berita) terkait topik tersebut. Tak jarang saya merepotkan kawan demi mendapatkan sebuah informasi yang valid. Ada kelebihan dan kekurangan ketika kita menghubungi kawan untuk mendapatkan sumber berita.

Kelebihannya saya bisa mendapatkan informasi rahasia dari sumber terpercaya. Kekurangannya, terkadang mereka sibuk sehingga lama merespon pesan atau telepon, sementara saya butuh informasi yang cepat. Pun ketika berinteraksi lewat telepon bisa saja timbul obrolan basa-basi tiada ujung.

Jadi dikala situasi kepepet menjelang dialog interaktif, saya lebih nyaman kerja sendiri dalam menyiapkan materi. Berselancar di dunia maya dan scroll-scroll referensi portal berita yang cepat, mudah diakses dan up to date. Bagaimana memilih sumber informasi terpercaya sementara banyak sekali media di platform digital?

Beberapa hal yang perlu diperhatikan adalah portal berita tersebut memiliki TLD (Top Level Domain), sudah memiliki nama besar, isi artikel aktual dan faktual, fokus pada niche tertentu selama bertahun-tahun bahkan berpuluh tahun, memiliki value dan punya global network.

Fortune Indonesia, Referensi Portal Berita Ekonomi dan Bisnis Terpercaya

Ladies and Gentleman, please welcome Fortune Indonesia. Portal berita bisnis dan ekonomi yang memiliki perspektif nilai global. Kredibilitasnya tidak diragukan, berdiri sejak tahun 1929 di New York. Di bawa ke Indonesia dengan perjalanan panjang bersama IDN Media melalui tangan dingin Winston Utomo dan William Utomo pada tanggal 8 Agustus 2021.

William Utomo, COO IDN Media dan Winston Utomo CEO IDN Media. Source: Fortune IDN

Fortune IDN juga kokoh mempertahankan posisinya sebagai media bisnis besar dan kuat dalam berbagai platform, yaitu digital, majalah (fisik) dan konferensi. Melalui track record yang jelas dan kredibel FORTUNE tidak goyah untuk terus menyasar kalangan pebisnis, eksekutif, stakeholders, pengambil keputusan, pengusaha, bahkan calon pengusaha sekalipun. Dimana kategori calon pengusaha ini nantinya akan diduduki oleh kelompok milenial dan gen Z.

Media bisnis dan ekonomi kenamaan ini tampil out of the box dengan mempertimbangkan segementasi pasar ekonomi syariah masuk ke dalam deretan kategori Headline News pada laman website-nya. FORTUNE membaca geliat ekonomi syariah yang sedang merekah di Indonesia dengan jitu.

Highlights News Website Fortune Indonesia
Highlights News Website Fortune Indonesia

Tidak berhenti di kategori Sharia, FORTUNE juga mempunyai kategori lain seperti Market, Business, Finance, News, Tech dan Luxury. Total ada 7 kategori yang stay di situ dan membuat saya seakan menemukan daging segar. Ditengah kejenuhan saya melihat portal berita lain yang terlalu serakah ingin menampilkan semua kategori masuk ke dalam website-nya.

Tampilan Fortune Indonesia yang ringan dan simple membuat saya betah berlama-lama. Beritanya up to date, aktual dan terpercaya. Masing-masing artikelnya juga ringkas untuk di baca. Aksesnya sangat cepat baik di laptop maupun handphone. Paham betul behaviour kalangan menengah atas yang tidak suka menghabiskan waktu untuk hal yang sia-sia, sesuai dengan prinsip time is money.

Inilah video tampilan Fortune Indonesia dalam genggaman

Selain platform digital, hadir juga Majalah Fortune Indonesia dalam bentuk fisik yang bisa dibeli dengan harga yang terjangkau di angka Rp 95.000 – Rp 100.000. Majalah ini tersedia juga di market place Tokopedia dengan pembelian minimum 100 eksemplar seharga Rp 9.500.000. Tertarik untuk membeli?

Majalah Fortune Indonesia dalam Tokopedia
Majalah Fortune Indonesia dalam Tokopedia

Sudah terbit 3 edisi majalah Fortune. Edisi Agustus 2021 – Game Changer, Edisi September 2021 – 100 Indonesia Largest Corporations dan yang terbaru Edisi Oktober 2021 – The Future of Commodity. Dilihat dari laman situs Fortune, sepertinya ulasan edisi terbaru majalah Fortune IDN belum dipublikasikan kepada khalayak. So, mari kita tunggu dengan sabar atau segera saja membeli majalah fisiknya di Tokopedia secara kolektif dengan kerabat tersayang.

Mengenal Fortune Indonesia adalah Keputusan Tepat

Kini saya sudah punya gacoan baru untuk tampil anggun berdiskusi dengan narasumber yang memiliki level tinggi sekalipun dalam suatu dialog interaktif, in syaa Allah. Dengan membaca portal berita ekonomi dan bisnis Fortune Indonesia sudut pandang saya melebar ke arah global. Yes, confidently think global!

Terasa sekali dampaknya setelah mengenal Fortune Indonesia. Kinerja saya lebih cepat dalam mengumpulkan materi. Saya tidak perlu repot mencari dan memilah berita yang relevan sebagai bahan acuan di mesin pencarian. Karena sudah terpatri di otak, kalau akan memandu dialog dengan tema ekonomi dan bisnis ya langsung saja meluncur ke situs fortuneidn.com.

Wawasan juga bertambah dengan adanya kolom berita favorit saya, yaitu Sharia dan Luxury. Kedua kategori ini memikat hati karena memang saya belakangan sedang tertarik dengan berita seputar ekonomi syariah. Begitu pula dengan kategori luxury yang konon katanya bagi kaum BPJS (Budget Pas-pasan Jiwa Sosialita), melihat gaya hidup konglo dan barang-barang mewah saja sudah cukup menghibur.

Nggak percaya? Coba deh klik kategori berita Luxury di Fortune Indonesia lalu anda akan terhibur sekaligus tercengang membacanya.

______________________________________

Referensi:

[1] Fortune Indonesia
[2] Majalah Fortune Indonesia

[3] KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia)
[4] Merriam Webster
[5] Kominfo Jatim. 2021. Sorogan Preneur Tahun 2030 Generasi Milenial Kuasai Digital Preneur
[6] Adi, Sugeng Susilo dan Esti Junining. 2013. Kemampuan Berpikir Kritis dalam Membaca serta Kesesuaiannya dengan Intelegensi Mahasiswa Program Studi Sastra Inggris
[7] Hasmita, Yesi. 2008. Proses Produksi Siaran Dialog Interaktif “Walikota Menyapa” di RRI Programa 1 Yogyakarta
[8] Nuraini. 2003. Dialog Sebagai Sebuah Metodologi Pendidikan Alternatif (Telaah Pemikiran Paulo Freire)
[9] The Scotsman. 2020. Obituary: Mairi Robinson, Scottish lexicographer and adult education worker

31 Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.